Para Penyebar Hoaks Covid-19 Raup Rp 361 Milyar

Related Articles

Riset dari Global Disinformation Index mengungkapkan bahwa perusahaan raksasa teknologi seperti Google dan Amazon ‘menyumbang’ pendapatan sebesar US$ 25 juta atau Rp 361 miliar kepada situs-situs penyebar hoaks dari bisnis iklan mereka.

Dikutip dari Bloomberg, platform iklan Google menyumbang paling banyak yakni sebesar US$ 19 juta atau Rp 274 miliar. Sementara Amazon hanya menyumbang 7% atau sekitar US$ 1,7 juta dan perusahaan distributor iklan digital lain OpenX menyumbang 10%.

Riset GDI menemukan terdapat iklan dari perusahaan-perusahaan raksasa digital itu di 480 situs berbahasa Inggris yang mempublikasi informasi salah tentang virus corona sepanjang Januari-Juni 2020. Sebagai contoh, salah satu iklan produk kecantikan L’Oreal ditempatkan Amazon pada artikel hoaks terkait chloroquine. GDI juga menemukan iklan produk furnitur Wayfair dan kamera Canon yang ditempatkan berdampingan dengan artikel hoaks.

Co-founder GDI Danny Rogers mengatakan, banyak konten hoaks di platform digital selama pandemi Covid-19. Ini lantaran otoritas kesehatan di semua negara juga masih mempelajari virus ini.

“Perusahaan secara terbuka bicara tentang dedikasi mereka untuk tidak memonetisasi pidato kebencian dan konten berbahaya, terutama di sekitar pandemi, tapi itu tidak sesuai dengan apa yang ada di data kami,” katanya dikutip dari Bloomberg pada Rabu (8/7).

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat Google sebelumnya telah berjanji untuk menindak dan menghapus iklan dari situs yang melanggar kebijakannya. Namun, GDI menyarankan agar platform iklan ini perlu berbuat lebih untuk menyetop potensi pendapatan bagi penyebar hoaks.

Google saat ini menguasai sebagian besar bisnis iklan digital. Pada tahun ini, Google diprediksi meraup 29,4% dari seluruh pengeluaran iklan digital. Meski begitu, berdasarkan laporan dari lembaga riset pemasaran digital eMarketer, pendapatan iklan Google diprediksi turun 5,3% dibanding tahun lalu.

Pasar bisnis iklan digital lainnya dikuasai Facebook yang diproyeksikan bisa meraih 23,4% dan Amazon 9,5%. Pendapatan iklan Facebook diprediksi akan terus tumbuh tahun ini. Prediksi dari eMarketer, pendapatan iklan Facebook diramal naik 4,9% menjadi US$ 31,43 miliar pada 2020.

Amazon juga gencar mengembangkan bisnis periklanan digitalnya tahun ini. Meskipun memegang porsi kecil dibandingkan Facebook dan Google, bisnis iklan Amazon diprediksi tumbuh pada 2020.

More on this topic

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Popular stories

Para Penyebar Hoaks Covid-19 Raup Rp 361 Milyar

Riset dari Global Disinformation Index mengungkapkan bahwa perusahaan raksasa teknologi seperti Google dan Amazon 'menyumbang' pendapatan sebesar US$ 25 juta atau Rp...

Tokopedia Kebocoran 91 juta data pengguna, Dilaporkan Masih Bisa Di Download Gratis

Perusahaan e-commerce Tokopedia mengaku sudah menginvestigasi kebocoran 91 juta data pengguna pada awal Mei lalu. Namun, pakar informasi dan teknologi (IT) masih...

HATI-HATI untuk Pengguna yang Pakai Password 123456

Password mudah masih kerap digunakan oleh kebanyakan orang. Itu pula yang sukses dihasilkan sebuah penelitian yang mengemukakan jika urutan angka satu sampai...